
Seorang digital marketer maupun pemilik bisnis sebaiknya mengetahui tentang CPC.
Alasannya karena CPC atau Cost Per Click sering digunakan dalam channel digital marketing yang berbayar seperti Google Ads atau Meta Ads.
Jadi, apa sebenarnya CPC dan bagaimana fungsinya di dalam proses digital marketing?
Apa Itu CPC?
CPC atau Biaya per Klik dalam Bahasa Indonesia adalah metrik untuk mengukur biaya yang dikeluarkan dari setiap klik yang terjadi pada sebuah iklan.
Sederhananya, CPC adalah harga yang kamu bayar kepada platform iklan setiap kali pengguna berinteraksi lewat klik.
Konsep CPC erat kaitannya dengan sistem lelang Pay Per Click atau PPC.
Fungsi CPC
Di dalam strategi digital marketing, CPC memiliki dua fungsi utama:
Satuan Ukur Biaya Iklan
CPC berfungsi untuk mengukur seberapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan satu interaksi.
Metrik yang berkaitan dengan ini adalah CPA yang mengukur biaya per konversi atau CPL yang mengukur biaya per leads.
KPI Performance Marketing
CPC menjadi KPI (Key Performance Indicator) dari efektivitas iklan.
CPC yang terlalu tinggi bisa menjadi tanda bahwa kompetisi terlalu ketat atau relevansi iklan (seperti Quality Score di Google Ads) perlu diperbaiki.
Rumus CPC
Rumus menghitung CPC sangat mudah untuk dihitung. Rumusnya adalah:
Total Pengeluaran / Total Klik = CPC
Rumus ini biasanya disebut juga sebagai Average CPC atau Biaya per Klik Rata-rata. Penyebabnya karena saat proses bidding nominalnya bisa bervariasi berdasarkan kompetisi saat lelang.
Namun ada juga jenis CPC yang bersifat flat atau tetap. Strategi ini disebut juga sebagai manual bidding atau lelang manual. Batas maksimal CPC ditentukan sendiri oleh pengiklan.
Contoh Skenario CPC
Untuk memahami penggunaan CPC secara praktis, kita bisa melihat dua skenario berikut:
CPC sebagai Metrik Evaluasi
Misalnya, Anda menjalankan campaign iklan selama 1 bulan dengan total biaya Rp1.000.000. Dari biaya tersebut, iklan Anda mendapatkan total 200 klik.
Maka, perhitungannya: Rp1.000.000 / 200 klik = Rp5.000 per klik.
Angka ini kemudian dievaluasi, apakah biaya Rp5.000 tersebut sebanding dengan nilai konversi atau keuntungan yang dihasilkan dari pengunjung tersebut.
2. CPC sebagai Estimasi Anggaran
Jika Anda berencana membuat iklan di Google Ads menggunakan manual bidding, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu.
Dengan menggunakan alat seperti Keyword Planner, Anda bisa melihat estimasi harga klik untuk kata kunci tertentu.
Misalnya estimasi CPC rata-rata adalah Rp3.000 dan Anda menginginkan 1.000 pengunjung ke landing page, maka Anda bisa mengestimasi biaya iklan yang perlu disiapkan sebesar Rp3.000.000.


