
Untuk mengeksekusi strategi digital marketing diperlukan berbagai platform, salah satunya adalah Google Ads.
Google Ads adalah platform untuk menjalankan kampanye iklan di berbagai produk layanan Google seperti Google Search, Google Maps, hingga YouTube.
Lalu bagaimana pengertian dan fungsinya di dalam strategi digital marketing untuk bisnis?
Memahami Google Ads dalam Google Network
Google Ads adalah platform untuk beriklan di Google Network atau jaringan platform milik Google.
Google mempunyai berbagai layanan untuk penggunanya seperti Google Search, Google Maps, YouTube, dan lain-lainnya. Pada layanan-layanan tersebut iklan nantinya akan ditampilkan.
Bisa dibilang, Google Ads berfungsi seperti ‘pusat komando’ untuk menjalankan iklan di berbagai layanan Google. Seluruh pengaturan kampanye iklan bisa kamu akses dari sini.
Platform Google Ads sudah cukup lama eksis di internet. Sekitar 25 tahun lalu pada bulan Oktober tahun 2000 layanan ini pertama kali dirilis dengan nama Google AdWords.
Pada saat itu layanannya spesifik hanya iklan di search engine Google saja. Layanan kemudian bertambah lebih banyak dan namanya berubah menjadi Google Ads sejak tahun 2018.
Fungsi Google Ads dalam Digital Marketing
Sebagai platform digital marketing, Google Ads menawarkan produk yang berbeda-beda. Di sini saya membaginya ke dalam 2 kategori, demand creation dan demand capture.
Google Ads untuk Demand Creation
Demand creation adalah proses penciptaan permintaan. Dalam konteks customer funnel, demand creation mentargetkan user yang ada pada top funnel.
Pada tahap ini kondisi user belum memiliki kesadaran tentang produk atau layanan yang kita punya. Oleh karena itu iklan yang cocok digunakan adalah yang bersifat pengenalan.
Menurut saya, produk Google Ads yang cocok untuk demand creation adalah Demand Gen dan PMax karena bisa menampilkan iklan di berbagai layanan di Google Network dalam bentuk gambar maupun video.
Format iklan yang menarik perhatian serta saluran tayang yang cukup variatif membuat Demand Gen dan PMax bisa membuat bisnis kamu diingat oleh user. Contohnya iklan YouTube yang tidak bisa di-skip, kamu bisa ingat kan? Hehe
Google Ads untuk Demand Capture
Demand capture adalah proses untuk menangkap permintaan. Berbeda dengan demand creation di mana user belum mengenal produk, demand capture mentargetkan user yang sudah mengenal apa yang kita jual.
Berdasarkan kondisi itu layanan Google Ads yang menurut saya cocok adalah Search Ads.
Search atau pencarian sangat cocok untuk user yang berada dalam middle atau bottom funnel. Pada tahap ini customer sudah dalam kondisi mengetahui produk, bahkan siap untuk bertransaksi.
Umumnya user akan mencari produk atau layanan yang mereka butuhkan di search engine, atau kini mencari di AI. Kemudian mengklik halaman dengan judul yang menampilkan apa yang mereka cari.
Pola ini seperti seorang yang belanja ke pasar atau mall. Mereka akan mencari dan datang ke area yang menyediakan kebutuhan mereka. Jika tidak sesuai, justru akan ditinggalkan.
Kesimpulan
Google Ads adalah platform untuk menjalankan iklan di Google Network dan telah ada sejak tahun 2000.
Platform ini bisa digunakan ke dalam strategi digital marketing baik sebagai demand creation maupun demand capture.
Layanan Google Ads yang cocok untuk demand creation contohnya seperti Demand Gen dan PMax. Sementara layanan Google Ads untuk demand capture adalah Search Ads.


