
Halo teman-teman Malkistlab!
Setelah kita membahas tentang berbagai jenis Schema Markup yang paling umum digunakan, sekarang waktunya untuk belajar menerapkannya.
Kali ini yang akan kita bahas adalah Schema Markup Product menggunakan plugin WordPress.
Artikel ini akan sangat berguna untuk website perusahaan atau bisnis yang menjual berbagai jenis produk karena akan membantu crawler memahami isi halaman website.
Bagaimana caranya?
Pasang Plugin Schema
Langkah pertama adalah instal plugin Schema Markup.
Saya pribadi biasa menggunakan Schema & Structured Data for WP karena tampilannya mudah dipahami dan lebih sederhana.
Kamu bisa juga menggunakan plugin code snippet seperti WPCode karena sistem kerjanya sama dan beberapa memang menyediakan snippet untuk generate schema.
Setup Plugin Untuk Menampilkan Schema Product
Setelah diinstal, cek sebelah kiri dashboard WordPress dan cari menu Structured Data, klik, kemudian pilih Schema Types.
Nanti kamu akan melihat dashboard dengan tampilan seperti menu post atau page WordPress.
Klik Add Schema Type di bagian atas halaman.

Di sini akan tampil halaman untuk memilih jenis schema yang akan digunakan. Pilih Product, lalu klik Next.
Selanjutnya adalah Placement atau pengaturan penempatan script schema. Sesuaikan dengan lokasi halaman-halaman produk berada.

Setiap website bisa berbeda-beda tergantung dari pengembangannya, apakah menggunakan page, post, atau bahkan custom post type.
Jika sudah diipilih, klik next.
Pengaturan ini berfungsi untuk menyisipkan schema dengan jenis product ke setiap halaman yang kamu atur.
Pengaturan Schema Product dalam Plugin
Sekarang waktunya untuk menyesuaikan schema markup agar bisa berfungsi ketika dibaca oleh crawler.
Untuk membuat Schema Product berfungsi kamu harus mengisi data-data berikut:
- Nama Produk (name)
- URL Produk (url)
- URL Gambar Produk (image)
- Harga Produk (price)
- Mata Uang (priceCurrency)
Tanpa data-data tersebut schema product akan tidak valid, baik ketika dites dengan Rich Result Test atau di laporan Google Search Console.
Data lainnya seperti ketersediaan barang (availability), kondisi barang, (itemCondition), dan ulasan (aggregateRating) bersifat opsional namun disarankan untuk menampilkan data yang lebih lengkap.
Baik, sekarang cara menginput atau menyesuaikan datanya.

Klik sunting / edit di schema product yang kamu buat sebelumnya. Kemudian cari Modify Schema Output di dalam kotak Schema Type.
Nanti akan muncul Add Property yang digunakan untuk mengisi data schema. Klik untuk menambahkan properti.
Sesuaikan properti dengan data pada halaman, contohnya:
- Properti Name dengan Title
- Image dengan Featured Image
- URL dengan Permalink
Dengan pengaturan ini data akan ditarik secara otomatis sesuai dengan isi halaman.
Untuk data yang ingin diinput dengan manual kamu bisa nambahkan properti apapun dengan Manual Field.
Manual Field cocok untuk properti data yang tidak berubah-ubah seperti Currency atau SKU.
Sementara untuk harga, kamu bisa juga menginputnya dengan manual atau dengan menambahkan custom field yang disiapkan khusus seperti dengan Crocoblock atau Advance Custom Field.
Setelah selesai disiapkan, klik perbarui atau terbitkan untuk menambahkannya ke seluruh halaman.
Periksa Validitas Schema Product
Langkah terakhir adalah untuk memeriksa apakah schema product yang kita buat sudah valid atau belum menggunakan Rich Result Test.
Rich Result Test adalah tools dari Google untuk menguji validitas schema dan structured data dari URL atau kode yang diinput.
Caranya adalah buka halaman Rich Result Test di https://search.google.com/test/rich-results.
Input URL halaman yang ingin kamu test, lalu klik Test URL dan tunggu hasilnya.
Rich Result Test akan menampilkan hasil schema yang ada di halaman tersebut valid atau tidak.
Jika schema dalam halaman valid, hasil tes akan menampilkan detail schema yang valid dengan logo centang warna hijau.
Jika schema dalam halaman tidak valid, hasil tes akan menampilkan detail schema yang tidka valid dengan logo peringatan warna merah.

Kesimpulan
Schema markup product sangat cocok digunakan oleh website yang menjual berbagai jenis produk karena dapat memberikan tampilan kaya / rich result di SERP.
Selain itu schema juga menambahkan konteks kepada crawler tentang isi halaman agar semakin mudah dipahami.
Untuk menerapkan schema markup product di website WordPress kamu bisa menggunakan plugin Schema dan isi properti yang sesuai agar hasil schema terbaca valid.
Untuk bisa terbaca valid schema product membutuhkan 5 properti: nama, url, gambar produk, harga, dan mata uang.
Demikianlah artikel kali ini, untuk kamu yang ingin berdiskusi tentang schema markup atau ingin menerapkannya, jangan sungkan untuk menghubungi jasa SEO kami.
Sampai jumpa!


