
Pay per Click atau PPC adalah salah satu sistem yang paling banyak digunakan oleh platform digital marketing, terutama yang berkaitan dengan iklan / advertising.
PPC banyak digunakan ke dalam strategi digital marketing karena sistem ini dianggap lebih transparan dan terukur bagi para pengiklan.
Pengertian Pay Per Click
Pay per Click atau PPC adalah sistem periklanan yang membebankan biaya saat iklan di-klik oleh user.
Dengan sistem PPC jika iklan kamu tayang tapi tidak ada klik dari user, kamu sebagai pengiklan tidak dibebankan biaya apa-apa.
Pay Per Click yang dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai Bayar per Klik banyak digunakan oleh berbagai platform digital. Contohnya Google Ads, Meta Ads (Facebook dan Instagram), hingga TopAds (Tokopedia).
Sudah lebih dari 30 tahun sistem PPC digunakan oleh platform digital marketing. Pertama kali PPC digunakan secara luas adalah tahun 1990an oleh GoTo.com yang kemudian sistemnya diadopsi oleh Google AdWord pada tahun 2000an awal. (Sumber)
Cara Kerja Pay Per Click
Cara kerja dari pay per click adalah dengan membebankan biaya saat user mengeklik iklan yang kamu pasang.
Namun, iklan yang dipasang tidak akan tayang begitu saja. Iklan kamu harus bersaing dengan iklan lainnya untuk bisa tayang ke hadapan user melalui sistem lelang atau bidding.
Besar kecilnya peluang iklan untuk tayang sangat berkaitan dengan Cost Per Click (CPC) yang diajukan oleh pengiklan. Penentuan nominal CPC sendiri dilakukan lewat dua cara:
- Pertama, biaya per klik ditentukan secara manual oleh pengiklan atau Manual CPC.
- Kedua, biaya per klik ditentukan secara otomatis lewat algoritma contohnya seperti Smart Bidding di Google Ads.
Selain sistem lelang, faktor-faktor lain yang menentukan besar-kecilnya nominal CPC adalah niche bisnis, demografi, lokasi, hingga kualitas iklan.
Baca Juga: Cara Kerja Sistem Pay per Click (PPC) di Google Ads
Fungsi Pay Per Click dalam Strategi Digital Marketing
Dalam strategi digital marketing, PPC berfungsi sebagai media pemasaran yang transparan dan terukur. Berikut penjelasannya:
Menampilkan Iklan Sesuai Target Audience
PPC berfungsi untuk menampilkan iklan sesuai dengan target audience dari bisnis yang diiklankan.
Artinya iklan yang kamu buat bisa ditampilkan kepada orang-orang yang sesuai.
Contohnya kamu mengiklankan produk A hanya untuk area Tangerang saja, atau mengiklankan layanan B ke demografi user dengan umur 25+ saja.
Menampilkan Iklan Sesuai Search Intent
Search intent atau intensi pencarian adalah motivasi mengapa orang mencari sesuatu hal. Biasanya search intent dikategorikan menjadi 4:
- Informational (user mencari informasi secara umum tanpa tujuan khusus)
- Navigational (user mencari petunjuk arah akan suatu hal)
- Commercial (user mencari produk atau layanan tertentu untuk mencari informasi lebih dalam)
- Transactional (user mencari produk atau layanan tertentu untuk bertransaksi).
Dengan PPC iklan menjadi mungkin untuk ditampilkan ke pencarian dengan intensi tertentu. Misalnya menampilkan iklan khusus ke orang yang ingin bertransaksi untuk meningkatkan konversi, atau ke orang yang mencari-cari informasi tentang harga untuk mendapatkan leads.
Dampak penerapan search intent adalah performa iklan yang lebih baik dibandingkan dengan menampilkan iklan secara acak ke user dengan intensi yang berbeda-beda.
Performa yang Lebih Terukur
Platform yang menyediakan PPC memberikan laporan performa yang lengkap dan bisa dijadikan sebagai KPI tim digital marketing.
Contoh laporannya bervariasi mulai dari metrik yang umum digunakan seperti impression, click, conversion, dan CTR hingga laporan yang cukup advance seperti melihat jumlah klik di area atau demografi tertentu.
Dengan laporan yang lengkap dampak iklan terhadap bisnis bisa diukur secara pasti. Penentuan keputusan juga bisa ditentukan berdasarkan data, bukan perasaan semata.
Kesimpulan
Pay Per Click atau PPC adalah sistem pemasaran digital di mana pengiklan hanya bayar saat ada user yang mengeklik iklan yang ditayangkan.
Sistem ini bekerja dengan proses lelang atau bidding yang menentukan apakah iklan ditayangkan atau tidak. Penentuan Cost per Click bisa dilakukan secara manual maupun otomatis dari algoritma.
Dalam strategi digital marketing, PPC berfungsi sebagai platform pemasaran yang lebih transparan dan terukur dampaknya bagi bisnis.


