
Campaign atau kampanye menempati posisi tertinggi di dalam struktur iklan di Google Ads. Di bawahnya ada Ad Group, Ad, dan Keyword. Masing-masing memiliki fungsinya tersendiri.
Menurut definisi dari Google Ads, campaign adalah sekumpulan Ad Group. Fungsi campaign Google Ads adalah untuk mengatur budget, lokasi iklan, dan pengaturan lainnya.
Di sini saya akan menjelaskan cara membuat campaign di Google Ads, langkah demi langkah secara detail.
Tutorial ini akan panjang. Klik judul yang ada di daftar isi untuk skip ke bagian tertentu.
Yang Perlu Disiapkan
Sebaiknya kamu menyiapkan hal-hal ini untuk mempermudah proses pembuatan campaign.
Tapi kalau mau dikerjakan saat membuat campaign, tidak masalah juga. Opsional.
- Akun Google Ads yang aktif
- Landing Page dengan tombol konversi
- Website yang sudah dipasang Google Ads Tag
- List keyword yang ingin digunakan
- Konsep iklan yang ingin ditayangkan
- Budget yang cukup
Tutorial Membuat Campaign di Google Ads
Setelah sebelumnya kita belajar membuat smart campaign, kali ini kita akan membuat campaign dengan pengaturan normal.
Langkah pertama klik tanda “+” besar di sebelah kiri lalu pilih “campaign” atau “kampanye“.
1. Tentukan Tujuan Campaign
Tentukan tujuan campaign yang sesuai dengan tujuan bisnis kamu.
Fitur ini membantu sistem Google untuk mengoptimasi campaign sesuai dengan tujuan campaign.

Ada 7 tujuan campaign yang disediakan oleh Google secara default, yaitu:
- Penjualan
- Prospek (Leads)
- Traffic Situs
- Promosi Aplikasi (App Promotion)
- Awareness dan Pertimbangan (Display, Video, dan Email)
- Promosi dan Kunjungan Toko (Performance Max)
- Kampanye Tanpa Panduan Sasaran
Untuk tutorial ini aku menggunakan “Kampanye Tanpa Panduan Sasaran” karena tujuannya memang untuk tes saja.
Setelah dipilih, akan muncul pilihan jenis campaign yang akan digunakan.

Ada 8 jenis campaign yang bisa kamu gunakan di Google Ads:
- Penelusuran (Search)
- Performa Maks (Performance Max)
- Display
- Shopping
- Video
- Aplikasi (App)
- Pintar (Smart Campaign)
- Peningkat Permintaan (Discovery)
Kita pilih “Penelusuran” atau “Search” untuk membuat Google Ads Search Campaign.
2. Tentukan Bidding
Bidding berasal dari kata bid yang artinya lelang.
Alasannya karena Google Ads bekerja dengan sistem lelang. Setiap pengiklan mengajukan bid (tawaran) berapa biaya yang mereka bayar untuk sebuah iklan.

Ada 3 pengaturan yang perlu kamu perhatikan di sini:
- Fokus Bidding
- Biaya per Tindakan (Cost per Action)
- Akuisisi Pelanggan.
Fokus Bidding
Fokus bidding membuat sistem Google Ads berfokus untuk melakukan bid pada nilai yang telah ditentukan. Ada 4 pilihan nilai yang bisa dipilih:
- Konversi, sistem berfokus pada jumlah konversi
- Nilai Konversi, sistem berfokus pada nominal konversi
- Klik, sistem berfokus untuk menaikkan jumlah klik (Maximize Click)
- Pangsa Tayangan Iklan, untuk menampilkan iklan kita sebanyak-banyaknya (Impression Share)

Cost per Action
Biaya per Tindakan atau Cost per Action adalah target biaya maksimal yang kita keluarkan untuk mendapatkan satu konversi.
Best practice untuk menghitung Cost per Action (CPA) adalah dengan menghitung rata-rata Cost per Conversion atau biaya konversi dari 30 konversi terakhir.
Contoh: rata-rata biaya konversi pada 30 konversi terakhir adalah Rp20.000, maka CPA Rp20.000.
Akuisisi Pelanggan
Terakhir adalah Akuisisi Pelanggan.
Jika kamu mencentang box tersebut maka iklan akan ditayangkan hanya untuk orang yang belum pernah konversi.
Kalau sudah selesai mengisi halaman bidding kamu akan diarahkan ke setelan kampanye / campaign settings.
3. Setelan Kampanye
Ada cukup banyak pengaturan di sini, antara lain: Jaringan, Lokasi, Bahasa, Segmen Audiens, dan lainnya.
Jaringan
Jaringan Penelusuran adalah pengaturan di search engine apa iklan kamu ingin ditayangkan.
Kalau kamu mencentang box tersebut maka iklan ditayangkan juga di search partners seperti Bing dan Yandex, jika tidak dicentang iklan hanya tayang di Google Search.
Jaringan Display adalah jaringan tambahan untuk menampilkan iklan di Google Display Ads.

Untuk setelan lokasi kamu bisa mentargetkannya ke seluruh dunia, Indonesia, atau lokasi lain yang lebih spesifik misalnya berdasarkan kecamatan atau kode pos. Klik “Penelusuran Lanjutan” untuk mengakses pilihan lokasi yang lebih detail.
Pada opsi lokasi, ada dua pengaturan yang tersedia:
- Kehadiran atau Minat.
Iklan kamu ditayangkan tidak hanya kepada orang yang sering ada di lokasi tapi juga yang berminat akan ke lokasi tersebut.
Contoh: iklan akan ditayangkan bukan hanya ke warga Bandung, tapi juga yang ingin berlibur ke Bandung. - Kehadiran.
Iklan kamu ditayangkan hanya kepada orang yang sering di lokasi.
Contoh: iklan hanya ditayangkan kepada warga Bandung.

Setelan Bahasa mentargetkan iklan kamu kepada pengguna yang menggunakan bahasa tertentu. Kalau saya pribadi seringnya menggunakan setelan bahasa Indonesia dan Inggris.

Segmen Audiens adalah cara mentargetkan audiens dengan lebih spesifik dari sekedar lokasi geografis. Kamu dapat mentarget audiens berdasarkan:
- Siapa mereka?
- Apa minat dan kebiasaannya?
- Apa yang secara aktif mereka teliti dan rencanakan?
- Bagaimana cara mereka berinteraksi dengan bisnis kamu?
Setelan pentargetan untuk Segmen Audiens dapat dilakukan dengan cara:
- Pentargetan.
Iklan kamu secara spesifik tampil di segmen audiens yang kamu pilih.
Contoh: Kamu menargetkan orang yang sudah menikah. Maka orang yang belum menikah tidak akan ditayangkan. - Pengamatan.
Iklan kamu didorong lebih pada segmen audiens yang kamu pilih.
Contoh: Kamu menargetkan orang yang sudah menikah. Iklan akan tayang juga ke orang yang belum menikah, tapi diprioritaskan ke orang yang sudah menikah.

Kata Kunci Pencocokan Luas adalah fitur terbaru dari Google Ads untuk Smart Bidding. Saat fitur ini aktif, seluruh keyword kamu akan menggunakan broad match (pencocokan luas) secara otomatis.
Kalau kamu merasa perlu menggunakan pentargetan keyword yang lain seperti exact match (pencocokan persis) atau phrase match (pencocokan frasa), maka nonaktifkan fitur ini.

Setelan lainnya berisi pengaturan berikut:
- Rotasi Iklan: pilihan untuk merotasi iklan berdasarkan performa terbaik atau rotasi acak.
- Tanggal Mulai dan Akhir: setelan untuk mengatur jadwal campaign berdasarkan tanggal.
- Jadwal Iklan: setelan untuk mengatur jadwal tayang campaign berdasarkan jam dan harinya.
- Opsi URL Kampanye: untuk tracking iklan.
- Penyertaan Merek: untuk iklan dengan merk tertentu.

4. Membuat Iklan
Setelah setelan campaign selesai, kamu akan diarahkan untuk membuat Ad Group baru. Ad Group adalah grup yang terdiri dari kumpulan kata kunci (Keyword) dan iklan (Ad). Dalam satu ad group maksimal ada 3 variasi iklan.
Pertama yang perlu diisi adalah kata kunci. Silakan input kata-kata atau istilah yang ingin kamu gunakan sebagai target iklan.
Tidak ada batasan jumlah keyword yang bisa kamu input, tapi dari sistem Google akan memberikan feedback setelah campaign berjalan. Apakah keyword tersebut eligible atau tidak.

Setelah menginput keyword, kamu akan diarahkan untuk membuat iklan.
Iklan terdiri dari beberapa asset yang membentuk iklan. Asset yang utama dalam sebuah iklan adalah Landing Page, Headline, dan Description.
- Landing Page adalah halaman website yang digunakan sebagai tempat mendaratnya customer setelah mengklik iklan.
- Headline adalah judul iklan.
- Description adalah deskripsi iklan.
Isi ketiga asset tersebut untuk meningkatkan skor iklan. Semakin tinggi skor akan dianggap semakin relevan oleh Google.
Headline, description, dan asset lainnya akan tampil secara acak by default. Satu-satunya yang bisa disematkan adalah posisi headline.

Selesai membuat iklan, kamu akan diarahkan untuk menyiapkan Anggaran atau Budget iklan.
5. Budget atau Anggaran Iklan
Budget dalam Google Ads memiliki pendekatan harian. Untuk menghitung budget bulanan kamu harus menghitung budget harian berdasarkan jumlah hari tayang.
Contohnya kamu menyiapkan anggaran Rp3.000.000 untuk 30 hari tayang, maka budget hariannya ialah Rp100.000.

Ketika campaign berjalan, anggaran harian yang sudah disiapkan akan naik turun sesuai dengan performa di hari tersebut.
Pada awal campaign berjalan biasanya akan ada over deliver, campaign akan menghabiskan biaya lebih banyak dari anggaran harian karena sistem sedang mencari data dari campaign.
Setelah semua diisi, campaign siap untuk beroperasi dengan klik “publikasikan kampanye”.
Kesimpulan
Dalam proses pembuatan campaign terdapat 5 step utama yaitu:
- Menentukan tujuan campaign
- Menentukan bidding
- Setelan Kampanye
- Membuat Iklan
- Mengatur Anggaran Iklan
Setelah itu campaign siap untuk dipublikasikan.
Untuk meningkatkan performa campaign, coba strategi Google Ads ini di campaign kamu: SKAG – Single Keyword Ad Group.


